Pemupukan yang benar


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pemupukan rumput atau taman tampaknya seperti tidak brainer: Anda hanya membuangnya dan karya-karya pupuk, kan? Sebenarnya, pemupukan adalah sedikit lebih rumit. Misalnya, ada perbedaan antara pupuk penyiaran dan memasukkan ke dalam tanah. Bila Anda disebarkan pupuk, Anda membentangkannya di permukaan tanaman dan tanah dengan sebuah penyebar. Hal ini biasanya dilakukan dengan pupuk granular. Setelah penyebaran, Anda air rumput atau daerah di mana pupuk itu menyebar. Ini melarutkan butiran dan menyebar pupuk sampai ke zona akar dimana tanaman dapat menyerapnya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pertanian sehat, produktif dan ramah lingkungan dengan POC CIREMAI I 200 watt


Pertanian organik - POC Ciremai

Dewasa ini kondisi global ditandai dengan seringnya terjadi krisis pangan,krisis energi dan krisis kekeringan yang kerap melanda dunia. Dua krisis pertama menunjukkan kesalahan manusia mengelola alam, atau dua krisis pertama diakibatkan krisis lingkungan hidup.

Krisis pertanian dan pangan, tidak bisa dilepaskan dari imbas adanya usaha peningkatan produksi pertanian /pangan dalam waktu cepat yang dilakukan pemerintah pada awal tahun 1970 an yang dikenal dengan Green Revolution (revolusi hijau).Akibatnya memang luar biasa, yang ditandai dengan produksi pangan dunia(termasuk indonesia) meningkat  tajam karena dalam satu tahun bisa 2 kali panen yang sebelumnya hanya 1 kali panen, sehingga sementara waktu bisa mengatasi kelaparan dan kekurangan pangan hampir sebagian besar belahan dunia saat itu.

Tertapi ternyata Green revolution harus di bayar mahal oleh lingkungan hidup dan bumi kita.Keseimbangan ekosistem dunia rusak parah dengan adanya pemakaian pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan . Serangan hama dalam bentuk ledakan populasi organisme pengganggu lebih sering terjadi dan menimbulkan gagal panen . Varietas padi dan tanaman pertanian lainnya  yang muncul saat ini tidak tahan (rentan) terhadap organisme pengganggu dan kekeringan . Green revolution juga mengharuskan adanya sistem irigasi tanah yang baik ,sehingga pembentukan tanah menjadi mahal dan boros air. Dengan demikian Green Revolution tidak bisa sepenuhnya mampu mengatasi persoalan pangan dan pertanian dunia karena kegagalan panen masih sering terjadi dan kekurangan pangan dunia masih terus berlangsung.

Yang paling memprihatinkan dampak jangka panjang dari Green Revolution itu mulai dirasakan sekarang.

Pertama adalah rusaknya lahan sawah denga ciri-ciri kandungan bahan organik yang rendah,pH tanah yang rendah dan terkurasnya hara tanah baik mikro maupun makro.

Kedua miskinnya jumlah dan jenis mikro organisme dalam tanah yang sangat membantu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang mendukung pertumbuahan tanaman secara optimal.

Ketiga varietas padi dan tanaman pertanian yang muncul sekarang merupakan jenis tidak tahan terhadap organism pengganggu ,kekeringan dan rakus unsur hara

Dengan fakta tersebut di atas sudah selayaknya merubah visi pertanian menjadi pertanian yang sehat ,produktif dan ramah lingkungan. Hal ini sudah menjadi  gerakan internasional yang di prakarsai oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) melalui federasi yang di beri nama IFOAM (Internasional Federation of Organic Agricultural Movement/Federasi internasional untuk gerakan pertanian organik) bermarkas di Berlin-Jerman .

Indonesia juga tidak tinggal diam dalam beberapa tahun terakhir ini. Penerapan konsep pertanian organik mulai dilaksanakan dan sepenuhnya didukung oleh oemerintah. Penggunaan pupuk organik/pupuk kandang semakin sering ditekankan,pembatasan penggunaan pupuk kimia dan subsidinya mulai dikurangi. Dengan munculnya kesadaran baru dan berubahnya visi pertanian di Indonesia,maka CV. Anugerah Karya Makmur memproduksi PUPUK ION ORGANIK CAIR CIREMAI i 200 watt, serta ikut mendukung visi pertanian sehat,produktif dan ramah lingkungan. Bagi dunia pertanian, produk PUPUK ION ORGANIK CAIR CIREMAI i 200 watt ini bisa dianggap sebagai revolusi dibidang pupuk organik cair. Mengapa demikian, karena:

    • CIREMAI adalah pupuk ion organik cair yang dibuat dari bahan organik yang  mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro yang diperlukan tanaman. Unsur hara makro yaitu N P K dibutuhkan dalam jumlah banyak. Sedangkan unsur hara mikro yaitu Fe,Cu,B,Mo,Mn,Zn,Co dll dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit, namun mempunyai peran yang sangat besar untuk pertumbuhan tanaman.

Nitrogen (N) tanaman yang mengandung cukup N akan menunjukan warna daun hijau tua yang artinya kadar klorofil dalam daun tinggi. Sebaliknya apabila tanaman kekurangan N maka daun akan menguning (klorosis ) karena kekurangan klorofil. Pertumbuhan tanaman lambat, lemah dan tanaman menjadi kerdil disebabkan kekurangan N,namun apabila N berlebihan  akan menunjukan daun warna hijau gelap akibatnya tanaman peka terhadap hama penyakit dan mudah roboh.Kekurangan dan kelebihan unsur N mempunyai efek yang kurang baik bagi tanaman.

Fosfor (P) di dalam tanaman mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer dan penyimpanan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses–proses di dalam tanaman lainnya. P meningkatkan kwalitas buah, sayuran, biji-bijian dan sangat penting dalam pembentukan biji. P membantu mempercepat perkembangan akar dan perkecambahan, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil panen. Kekurangan P tanaman menjadi kerdil, bentuk daun tidak normal,,penundaan pemasakan dan pengisian biji berkurang.

Kalium (K) Kalium sangat  vital dalam proeses fotosintesis. Apabila kekurangan K maka proses fotosintesis akan turun, akan tetapi respirasi tanaman akan meningkat. Kejadian ini akan menyebabkan banyak karbohidrat yang ada dalam jaringan tanaman tersebut digunakan untuk mendapatkan energi untuk aktivitas-aktivitasnya, sehingga pembentukan bagian–bagian tanaman akan berkurang yang akhirnya pembentukan dan produksi tanaman juga akan berkurang. Fungsi K dalam pertumbuhuhan tanaman  berpengaruh pada efisiensi penggunaan air. Proses membuka dan menutupnya pori-pori daun tanaman/stomata, dikendalikan oleh konsentrasi  K dalam sel yang terdapat di sekitar  stomata. Kekurangan kadar K menyebabkan stomata membuka sebagian dan menjadi lebih lambat dalam penutupan. Gejala kekurangan unsur K ditunjukan dengan terbentuknya bercak daun yang dimulai dari ujung daun atau pinggir yang berwarna coklat seperti tanaman sudah tua.

Tanaman memerlukan unsur hara dalam bentuk anorganik, bukan organik . PIOC CIREMAI I 200 WATT mengandung mikroba, dimana mikroba ini akan membentuk mikro koloni dalam stuktur tanah, dengan tempat pertumbuhan yang sesuai dengan sifat mikroba dan lingkungan yang diperlukan. Setiap mikroba mempunyai kemampuan untuk merubah satu senyawa menjadi senyawa lain untuk mendapatkan energi dan nutrisi. Dengan demikian, adanya mikroba pada PIOC CIREMAI I 200 WATT menyebabkan  terjadinya daur unsur-unsur  seperti karbon, nitrogen, fosfor dan unsur lain di alam, berarti penggunaan PIOC Ciremai I 200 watt mampu menekan penggunaan unsur hara yang diperlukan tanaman. Mikroba menguntungkan (positip) akan menghambat pertumbuhan bakteri lain yang bersifat patogenik dengan menghasilkan antibiotic. PIOC CIREMAI I 200 WATT mengandung unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman diantaranya Fe ,Cu ,B ,Mo ,Mn , Zn Co dll. PIOC CIREMAI I200 WATT juga mengandung mikroba yang mampu mengubah unsur  hara organik menjadi  anorganik yang siap diserap oleh akar tanaman untuk pertumbuhannya.

    • CIREMAI. Mengandung zat perangsang tumbuh (ZPT), yang dapat mempercepat pertumbuhan akar,batang, daun dan buah.PIOC CIREMAI I 200 WATT mengandung Auxin, Cytokinin dan Gibberelin. ZPT adalah hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan (Growth and Development ) suatu tanaman. Di alam  tidak satu unsur pun yang berdiri sendiri, akan tetapi saling berinteraksi antara satu dengan lainnya, sehingga merupakan suatu system. Begitu pula dengan zat pengatur tumbuh. Pada tanaman, zat pengatur tumbuh auxin, gibberelin dan cytokinin bekerja tidak sendiri-sendiri. Ketiga hormon  tersebut bekerja secara berinteraksi, dimana interaksinya dapat dilihat dari pertumbuhan tanaman. Zat pengatur tumbuh dapat meningkatkan aktivitas fisiologi tanaman, sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan energi matahari dan hara tanaman. Pemberian zat pengatur tumbuh pada tanaman pertanian bertujuan untuk memperbaiki sistim perakaran, mempercepat pembungaan, membantu terbentuknya bakal buah dan sebagainya.
    • CIREMAI mampu memperbaiki struktur tanah, karena mengandung OST (Organik soil treatment) dan papaine (zat yang terkandung dalam buah papaya), sehingga tanah menjadi remah dan subur. Kandungan bakteri positif juga mampu mempercepat perombakan organik menjadi nutrisi yang siap diserap oleh tanaman. Proses perubahan dari C-organik menjadi anorganik pada dasarnya adalah upaya mikroba dan jasad lain untuk memperoleh energi. Penguraian bahan organik dalam tanah ditemukan beberapa tahapan proses. Hewan–hewan tanah termasuk cacing tanah memegang peranan penting pada penghancuran bahan organik, perubahan selanjutnya dikerjakan oleh mikroba,dengan demikian tanah yang lengket dan keras akan berubah menjadi tanah yang remah,halus, gembur dan penuh humus yang disukai oleh tanaman.

Tanah adalah sebuah komponen dari keseluruhan ekosistem dan tidak dapat dilepaskan dari kesehatan ekosistem tersebut. Di bidang pertanian, tanah yang sehat memiliki kondisi fisik, kimia dan biologis optimal untuk produksi tanaman, dan memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan tanaman serta kualitas ekosistem. Dalam sejumlah kondisi, tanah yang sehat mungkin saja tidak berfungsi sebagai komponen ekosistem yang sehat karena adanya penambahan komponen tanah yang tidak sehat dari luar tanah itu sendiri misalnya penambahan bahan kimia yang berlebihan atau pembuangan limbah toksik.
Tanah sehat dan subur merupakan system hidup dinamis yang dihuni oleh berbagai organisme (mikro flora, mikro fauna, serta meso dan makro fauna). Organisme tersebut saling berinteraksi membentuk suatu rantai makanan sebagai manifestasi aliran energi dalam suatu ekosistem untuk membentuk tropik rantai makanan. Dalam ekosistem tanah, tropik rantai makanan dimulai dari tropik level pertama, yaitu kelompok organisme (tanaman dan bakteri) produsen yang mampu memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energinya. Selanjutnya diikuti oleh tropik kedua hingga ke tingkat tropik yang tertinggi. Hal ini berarti, bahwa kehadiran suatu organisme akan mempengaruhi keberadaan organisme lain secara langsung maupun tidak langsung. Kesehatan tanah dapat dievaluasi secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan indikator seperti kemampuan tanah sebagai media tumbuh tanaman maupun mikroba.

    • CIREMAI adalah pupuk ion organik cair yang diramu dari biji-bijian dan umbi-umbian yang merupakan bahan baku pembuatan pestisida organik.  Diantaranya jahe ,laos, bawang putih, dll. Bahan–bahan tersebut mempunyai rasa dan aroma yang tidak disukai oleh hama dan penyakit. Jadi penyemprotan PIOC Ciremai I 200 watt pada daun dan batang tanaman mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap organisme  penganggu sekaligus sebagai antibiotik  yang bersifat repelen (zat yang tidak disukai organisme pengganggu).

.Dengan keunggulan tersebut, produk   PUPUK ION ORGANIK CAIR CIREMAI I 200 watt menjadi pilihan utama bagi petani yang hendak merubah visi pertaniannya menjadi pertanian yang sehat, produktif dan ramah lingkungan atau pertanian masa depan yang lebih makmur dan sejahtera.

Krisis Pangan Mengancam


Ancaman Kelaparan

Krisis Pangan Mengancam Dunia

Krisis pangan mengancam dunia. Dunia saat ini sedang menghadapi ancaman besar, yaitu “ancaman krisis pangan dunia”.  Pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah persediaan pangan, terjadilah krisis pangan. Diperhitungkan sekitar  Satu milyard orang mengalami krisis pangan / kekurangan pangan atau bahkan menderita kekurangan gizi dan sangat menyedihkan.  Bahkan lebih dari empat puluh juta orang meninggal karena kelaparan setiap tahun, yang lebih menyedihkan adalah kebanyakan dari mereka yang mengalami krisis pangan adalah anak-anak. Di negeri kita paling sedikit 23 juta penduduk Indonesia terancam kelaparan saat ini. Bagaimana dengan petani? apa yang dilakukan ?

Pada kenyataannya petani mengikuti anjuran pemerintah dengan menggunakan pupuk buatan/kimia bahkan dalam penggunaannya cenderung berlebihan, agar produksi padi bisa lebih meningkat lagi. Untuk mengamankan tanamannya, petani menggunakan pestisida yang berlebihan
INDIKASINYA adalah :
Kebutuhan pupuk meningkat hingga berkali lipat sementara Kualitas dan Kuantitas Hasil Produksi justru menurun
Pola tanam tidak sesuai dengan pengelolaan OPT dan Pengembalian tingkat kesuburan tanah.
Tanaman menjadi rentan terhadap serangan. Pestisida masih menjadi jaminan keamanan produksi usaha tani biaya tinggi APA AKIBATNYA ? Akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan menyebabkan unsur organik dalam tanah menurun drastis, sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan unsur kimia, fisika dan biologi didalam tanah. Jika dibiarkan terus maka tanah akan semakin rusak dan tidak subur lagi. Penggunaan pupuk An organic dan Pestisida, hasil tanaman terancam residu pestisida Karena masih meninggalkan residu pestisida, memicu serangan kanker dan gangguan reproduksi bagi konsumen HARUS ADA FORMULA KHUSUS Untuk mengatasi ketersediaan pangan melalui upaya peningkatkan produktivitas tanaman, dan sekaligus menghasilkan produk tanaman yang organik/sehat, serta meningkatkan mutu kesehatan, diperlukan suatu formula khusus, berupa penambahan Bakteri hidup Formula khusus ini adalah penambahan INKULEN bakteri : Kedalam tanah dan tanaman untuk mengembalikan lagi kesuburan tanah dan menghasilkan produk tanaman yang sehat (organik). Kedalam Tubuh hewan ternak untuk meningkatkan metabolisme hewan ternak, menetralisir racun, memperbaiki pencernaan, meningkatkan penggemukan hewan ternak, memperbaiki pencernaan, dll Kedalam Tubuh manusia untuk meningkatkan kesehatan dengan cara menyeimbangkan jumlah bakteri positif dan bakteri negatif didalam tubuh, menetralisir racun, memperbaiki pencernaan Bakteri yang diperlukan : Rhizobium Azotobacter BPF (Bakteri Pengurai Fosfat) Azospirilium Selulotik Lactobacillus Streptococci salivarius Enterokokus faecium Bifidobacterium Pseudomonas Dll.

Gunakan Pupuk Organik untuk Menghindari Krisis Pangan

Gunakan pupuk organik cair CIREMAI yang ramah lingkungan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian anda. Caranya sangat mudah;  cukup campur 1 POC CIREMAI dengan air, kemudian disemprotkan / siramkan  pada tanah dan tanaman.

Pupuk Organik Cair CIREMAI

KAMI MEMBUKA KESEMPATAN BAGI ANDA UNTUK MENJADI AGEN DI SELURUH INDONESIA

Pemesanan / keagenan hubungi  : 0812 6026 9556 ATAU EMAIL : haraprimaland@gmail.com

Kesempatan ini terbatas, segera hubungi kami untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail.

Harga Rp 60.000/liter  ( DAPATKAN HARGA KHUSUS SEBAGAI AGEN)

Sementara itu, untuk menghadapi krisis pangan ini, Yogyakarta pun tengah meneliti 10 jenis umbi yang dinilai potensial berpotensi menjadi alternatif pangan nasional pengganti beras yaitu singkong,ubi jalar,uwi, suweg, kimpul, kentang kleci, gembili, garut, ganyong, gadung, dan talas. “Pemanfaatan umbi ini menjadi salah satu upaya untuk menurunkan konsumsi beras nasional sebanyak 1,5 persen per tahunnya sesuai program pemerintah saat ini,”

“Pemanfaatan umbi ini menjadi salah satu upaya untuk menurunkan konsumsi beras nasional sebanyak 1,5 persen per tahunnya sesuai program pemerintah saat ini,” papar Asikin.

Pemupukan Kelapa sawit dengan POC Ciremai


Perkebunanan kelapa sawit - pupuk organik cair Ciremai

BUDIDAYA KELAPA SAWIT

  1. PENDAHULUAN

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Saat ini perkebunan sawit merupakan  perkebunan yang sangat luas baik di Sumatra maupun di Kalimantan. Seiring dengan kebutuhan minyak goreng dunia, Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas dan kwantitas produk .Untuk itu CV Anugerah Karya Makmur (AKM) ikut membantu peningkatan produksi dengan visi pertanian sehat, produktif dan ramah lingkungan
II. SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim
Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

2.2. Media Tanam
Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Penyemaian

Kecambah dimasukkan polibag 12×23 atau 15×23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan yang berdiameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.
Bibit dari persemaian dipindahkan ke dalam polibag 40×50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan larutan PIOC CIREMAI I 200 WATT dengan dosis 1 tutup botol untuk 5 liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90×90 cm.

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. 3.1.2. Pemeliharaan Pembibitan
Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.

Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :

Pupuk Makro
> 15-15-6-4 Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr)
> 12-12-17-2 Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr).
> 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)
> PIOC CIREMAI    Mulai minggu ke 1 –  40 (1tutup/5 air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).


Dengan pola lain: 3 kali penyiraman diselingi satu kali penyemprotan sampai umur 40 minggu.

3.2. Teknik Penanaman
3.2.1. Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50×40 cm sedalam 4 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

3.2.3. Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Tiga hari sebelum tanam, siram bibit pada polibag dengan PsIOC CIREMAI I 200 WATT dosis 1 tutup/5ltr air, atau di semprot dengan dosis 6 tutup/ tangki.

Cara penanaman dimulai dengan melepaskan plastik polybag yang berisi bibit dengan cara memotong bagian bawah polybag secara melingkar menggunakan pisau,ambil bagian bawah plastik dengan hati-hati. Lalu masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Segera timbun dengan galian tanah atas,lalu tarik plastik bagian atas dengan cepat. Siramkan PIOC CIREMAI I 200 Watt secara merata dengan (dosis 1 tutup /5ltr air) setiap pohon atau semprot (dosis 6 tutup/tangki).
3.3. Pemeliharaan Tanaman
3.3.1. Penyulaman dan Penjarangan

Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar ±135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.

3.3.2. Penyiangan
Gulma yang tumbuh disekitar tanaman harus dibersihkan secara berkala dengan tujuan agar tidak terjadi persaingan unsur hara dengan tanaman inti dan juga mencegah agar gulma tidak dijadikan sarang hama penyakit yang pada akhirnya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
3.3.3. Pemupukan
Anjuran pemupukan sebagai berikut :
Pupuk Makro


Urea
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

225 kg/ha
1000 kg/ha

TSP
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
  2. Bulan ke 48 & 60

115 kg/ha
750 kg/ha

MOP/KCl
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

200 kg/ha
1200 kg/ha

Kieserite
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

75 kg/ha
600 kg/ha

Borax
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst

20 kg/ha
40 kg/ha

Pupuk Organik Cair CIREMAI

 Aplikasi PIOC CIREMAI i200 watt

  1. Dosis PIOC CIREMAI i 200 watt yang diaplikasikan sejak awal pertumbuhan tanaman sampai tahap produksi

0-36 bln 2- tutup/10 ltr air siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4 – 5 bulan sekali
>36 bln 3- tutup/ 10 ltr air siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali
  1. Dosis PIOC CIREMAI200 Watt yang diaplikasikan pada tanaman yang sudah berproduksi Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 1 tutup/ 5 ltr air
    Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3 tutup/ 10 ltr
    Catatan:Dilarang menyemprot ke sawit yang sedang berbunga,sebaiknya disiram kecuali sawit yang belum berbunga.

3.3.4. Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a. Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b. Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c. Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.
3.3.5. Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

 

3.3.6. Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dilakukan penyerbukan buatan oleh manusia. Selain itu penyerbukan juga dapat terjadi dengan bantuan serangga.

a. Penyerbukan oleh manusia dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.
Cara penyerbukan:
1. Bak seludang bunga.
2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.

b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

3.4. Hama dan Penyakit
3.4.1. Hama
a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz.
b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja.

3.4.2. Penyakit
a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp; Bagian yang diserang: akar; Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan.

b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian yang diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.

c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian yang diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendalian: menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

3.5. Panen
3.5.1. Umur Panen
Tanaman mulai berbuah setelah berumur 2,5 tahun dan buah masak pada 5,5 bulan setelah penyerbukan. Kelapa sawit dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon  1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

Kadar hara pada pupuk kandang


Antara pupuk kandang dan Pupuk organik cair CIREMAI

Kandungan pupuk kandang

Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, baik berupa padatan (feces) yang bercampur sisa makanan, ataupun air kencing (urine). Walaupun demikian sepertinya orang-orang sepertinya enggan membicarakan pupuk kandang kotoran cair yang berupa urine ternak. Dalam hal ini mengumpulkan pupuk kandang kotoran padat memang jauh lebih praktis dibanding pupuk kandang yang berasal dari urin ternak. Padahal dari segi kadar haranya, pupuk kandang yang berupa urine jauh lebih tinggi dibanding pupuk kandang berupa feces.
Kadar hara kotoran ternak berbeda-beda karena masing-masing ternak mempunyai sifat khas tersendiri. Makanan masing-masing ternak berbeda-beda. Padahal makanan inilah yang menentukan kadar hara pupuk kandang. Jika makanan yang diberikan banyal mengandung hara N, P dan K maka kotorannyapun akan kaya dengan zat tersebut.
Selain jenis makanan usia ternak juga menentukan kadar hara dalam kotorannya. Ternak muda akan menghasilkan feses dan urine yang kadar harannya rendah terutama N, karena ternak muda memerlukan sangat banyak zat hara N dan beberapa macam mineral dalam pembentukan jaringan tubuhnya. berikut komposisi unsur hara kotoran dari berbagai jenis ternak.

Tidak mau repot dengan pupuk kandang ?

Pupuk Organik Cair CIREMAI

Ada kalanya anda tidak mau repot-repot mengumpulkan kotoran kambing atau kotoran hewan lainnya untuk membuat pupuk  organik dari kotoran hewan. Tidak masalah , Sekarang telah tersedia pupuk organik cair CIREMAI, yang terbuat dari Molasse, air kelapa dan berbagai macam rempah-rempah. Aromanya segar (seperti jamu) dan harganya sangat terjangkau. Anda hanya tinggal campur dengan air bersih sesuai takaran yang dianjurkan.

Gunakan 1 tutup botol pupuk organik cair CIREMAI dan campur dengan 5 liter air, siap digunakan untuk menyiram atau memupuk tanaman apa saja. Jadi menggunakan pupuk organik cair CIREMAI Lebih praktis, hemat dan aromanya menyegarkan.

KAMI MEMBUKA KESEMPATAN BAGI ANDA UNTUK MENJADI AGEN DI SELURUH INDONESIA PEMESANAN HUBUNGI : 0812 6026 9556 ATAU EMAIL : haraprimaland@gmail.com

Kesempatan ini terbatas, segera hubungi kami untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail.Harga Rp 60.000/liter  ( DAPATKAN HARGA KHUSUS SEBAGAI AGEN)

KOMPOSISI UNSUR HARA KOTORAN DARI BERBAGAI JENIS TERNAK

Jenis Ternak Kadar Hara (%) Nitrogen Phospor Kalium air
Kuda
– Padat 0,55 0,30 0,40 75
– Cair 1,40 0,02 1,60 90

Sapi
– Padat 0,40 0,20 0,10 85
– Cair 1,00 0.50 1.50 92

Kerbau
– Padat 0,60 0,30 0,34 85
– Cair 1,00 0,15 1.50 92

Kambing
– Padat 0,60 0,30 0,17 60
– Cair 1,50 0,13 1,80 85

Domba
– Padat 0,75 0,50 0,45 60
– Cair 1,35 0,05 2,10 65

Ayam
– Padat 1,00 0,80 0,40 55
– Cair 1,00 0,80 0,40 55

Selain mengandung 3 unsur di atas pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara mikro yang sangat lengkap walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit. Perlu diingat sekali lagi bahwa makanan yang dimakan ternak dan umur ternak sangat berpengaruh terhadap kandungan hara yang ada pada kotoran.
Dan sebaiknya saat kita membicarakan pupuk kandang, janganlah kita terpatok pada kandungan haranya saja, namun lebih dari itu bahwa pupuk kandang mempunyai kelebihan lain yaitu semakin memperbanyak dan beragamnya bakteri positif tanah yang ada pada alahan kita, dimana bakteri tersebut sebagian adalah bakteri penambat N, P dan K sehingga secara tidak langsung bakteri-bakteri tersebut akan menyediakan unsur hara bagi tanaman itu sendiri, dan kelebihan lain yang didapat dari pupuk kandang dan pupuk organik lain yaitu kemampuannya untuk memperbaiki struktur tanah. Bisa dikatakan dengan menambahkan pupuk kandang dan pupuk organik lainnya kita mempunyai keuntungan: Memperbaiki sifat fisik tanah Memperbaiki sifat kimia tanah memperbaiki biologi tanah

Persiapan tanam budidaya bawang merah


Tanam bawang merah - pupuk organik cair Ciremai

1. Kondisi ideal tanah sebagai syarat Tumbuh budidaya bawang merah

Kondisi tanah ideal sangat penting dalam budidaya bawang merah, bawang merah bisa tumbuh di lahan berupa sawah atau tegalan. Kondisi tanah teksturnya sedang sampai liat, pada beberapa jenis tanah bawang merah dapat tumbuh dengan baik seperti Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5.6 – 6.5, bawang merah juga akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-400 mdpl, kelembaban 50-70 %, suhu 25-320 C.

2. Penggarapan Tanah sebelum tanam budidaya bawang merah

Dalam Budidaya bawang merah penyebaran Pupuk kandang dapat diberikan dengan dosis maksimal 1ton/ 1000 m2 atau kurang dari itu.
Setelah diluku dan kemudian digaru. Kemudian biarkan selama 1 minggu, buat bedengan dengan lebar 120 -180 cm. Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.
Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan. ‘

3. Pemberian Pupuk Dasar dalam budidaya bawang merah

Tanah perlu dipersiapkan dengan baik, ini mutlak. Berikan pupuk : urea 3-5 kg 7+ ZA 15 kg dan 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah.
Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

Berikan pupuk organik cair CIREMAI yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 6 tutup botol untuk 1 tangki semprotan isi 17 liter atau dengan cara. : 1 botol pupuk organik cair Ciremai dicampur dengan 300 liter air siap digunakan untuk penyemprotan, Setelah disemprot, biarkan selama 1 minggu.

4. Pemilihan Bibit sangat penting dalam budidaya bawang merah

– Umbi yang baik untuk pembibitan adalah berukuran 3-4 gram/umbi.
– Umbi yang baik untuk pembibitan harus sudah disimpan sampai dengan 3 bulan dalam kondisi masih dalam ikatan dan masih ada daunnya.
– Umbi yang baik untuk pembibitan harus sehat, yaitu ditandai oleh bentuk umbi yang kompak dan tidak keropos, kulit umbi tidak tidak terkelupas atau berkilau).

Bertanam organik


Bertanam organik - Pupuk organik cair Ciremai

Kunci sukses bertanam organik bunga dan sayuran di kebun organik Anda yang pertama adalah tanah yang sehat, kedua pupuk organik yang baik. Bahkan, perbaikan tanah adalah segalanya dalam bertanam organik. Tukang kebun yang berpengalaman tahu bahwa memberi makan yang baik pada tanah adalah sangat membantu tanaman tumbuh dan berkembang. Menambahkan pupuk organik cair merupakan metode yang bagus selama musim tanam. Anda bisa menggunakan Pupuk Organik Cair Ciremai yang sudah terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian.

Semua pupuk mengandung unsur mineral, yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil. Tiga nutrisi utama ditampilkan pada semua paket pupuk (organik dan kimia), sering sebagai tiga huruf, yang merupakan persentase dari total dalam satu paket. Dalam urutan huru-huruf itu adalah:

* Nitrogen (N) – meningkatkan pertumbuhan daun
* Fosfor (P) – mendorong pertumbuhan buah dan akar yang kuat
* Kalium (K) – menciptakan tanaman lebih besar, bunga lebih berwarna dan membantu dalam   kekuatan produksi secara keseluruhan

Namun, tanaman juga memerlukan berbagai mikronutrien dalam jumlah kecil yang sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi. Bukan hanya itu, tanah itu sendiri harus memiliki struktur yang baik untuk menahan mineral ini, sangat baik bila memiliki kemampuan retensi air dan kantong-kantong oksigen. Pupuk sintetis tidak dapat mencapai hal ini. Untungnya, bahan organik bisa melakukan fungsi ini.