TERSISIH BUKAN BERARTI KALAH


Whelehhhh …..
HUDSON dan JESSICA tersisih ya???
Saya malas nonton TV gara-gara CHELSEA kalah kemarin …
Sampai lupa ada Hudson pentas malam tadi. Sempat nonton terakhir saat sudah dinyatakan kalah.

Ternyata ilmu saya belum nyampai buat meramal ala Dedy Courbuzier, hehe ..

Tapi terus terang, respek dan simpati saya yang besar kepada Hudson selama ini langsung luntur semalam begitu saya melihat gaun yang dipakai Hudson terbuka dibagian punggungnya dan melihat Hudson punya tatoo disitu. Saya benci tatoo. Cewek secantik apapun kalau bertatoo pasti saya buang ke laut. Ehm ehm … (just kidding).

Sekarang lupakan IMB (Indonesia Mencari Bakat), ayo ngomong soal gagasan Arifin Panigoro menggelar Indonesia Breakaway League (IBL) dimana kompetisi kasta tertingginya dinamai Liga Primer Indonesia (LPI).

Ini adalah terobosan baru dalam mereformasi sepakbola nasional, yang sudah lama tidak berprestasi di pentas dunia. Di level Asia Tenggara, dengan Vietnam saja PSSI jadi bulan bulanan. Terakhir kemarin malah timnas U-16 ditumbangkan oleh Timor Leste.

Haiyaaaah … Saya pikir Timor Leste cuma ada Raul Lemot yang mampu menggegerkan jagad infotaiment. Ternyata sekarang timnas Timor Leste pun mampu mengalahkan timnas kita. Saya malu dan prihatin …..

Rezim NOERDIN HALID mengelola kompetisi seperti mengelola kerajaan bisnis, yang menguntungkan share holder tapi tak memberikan kepuasan kepada pelanggannya.

Ada 18 klub yang sudah diundang, dijamu, dan dipresentasikan konsep sepakbola baru yang PROFESIONAL, MANDIRI, dan BERPRESTASI. Banyak yang angguk-angguk kepala.

Tapi saat mereka pulang ke kota masing-masing dan menjadi EXTENDED SALESMAN (sales sambungan) untuk menjelaskan konsep IBL ke Ketua Umum klub yang rata-rata walikota atau bupati, tak banyak yang sukses. Entah karena proses transfer informasi yang kurang memadai, atau karena cara berpikir para politikus yang ‘sok’ ngurusi bola itu memang gak nyambung dengan konsep profesionalisme.

Biasa menghidupi klub dgn APBD yang saat cair bisa disunat sana sini lalu dibuatkan pertanggung jawaban ala kadarnya, sekarang diajak berpikir mengelola klub ala CHELSEA yang kandidat kuat juara EPL, atau ala Manchester United spesialis runner up EPL (termasuk musim ini)

Mayoritas klub ternyata tak berani menghembuskan Wind of Change, menjadi pionir perubahan. Semua memilih nyaman ikuti mainstream. Takut kena sanksi dari PSSI. Atau mungkin takut kalau dikelola secara profesional dengan audit yang ketat tak bisa lagi cari makan dari sepakbola??? Hahaha …

Saya kangen jurus Otak Kanan nya mas Aryo. Virus Mengelola Klub ala otak kanan sepertinya perlu ditebar. Banyak rekan properti yang sukses mengembangkan proyek dengan modal cekak, tapi otaknya elastis dan bisa molor panjang mengatasi setiap kesulitan. Kenapa banyak klub tak berani mengelola sepakbola tanpa APBD???

Janji Arifin Panigoro yang menalangi setiap klub peserta LPI dengan modal 5 M s/d 20 M pun sepertinya dianggap sepi, karena setiap 1 sen pengeluaran harus dipertanggung jawabkan dengan baik. Pengurus klub mungkin bingung, menyuap wasit yang tanpa kuitansi mesti dipertanggung-jawabkan dengan bukti apa???

DIFFERENT ternyata bukan segala-galanya. Hudson terjungkal meski memiliki differensiasi yang dimata saya ‘UNIQUE’. Konsep sepakbola profesional ala LPI juga different. Tapi saya melihat sulit direalisasi dengan melibatkan klub-klub besar yang sudah mapan.

Paling-paling akan berkompetisi dengan peserta klub baru atau klub papan bawah yang rindu perubahan.

Meski kegagalan HUDSON dan LPI nya Arifin Panigoro membekas kuat di benak saya, tapi tetap tak melunturkan pakem yang saya amini, bahwa untuk menciptakan keunggulan kompetitif di proyek properti, kita bisa meraihnya dengan 3 cara ;

1. COST LEADERSHIP
2. DIFFERENT
3. FOCUS

Different mampu menciptakan keunggulan kompetitif, meski tak bisa berdiri sendiri untuk memenangkan sebuah kontes.

Ditulis oleh : Suhu Ari Wibowo

Disunting oleh : Editor propertycirebon.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: