Pertanian sehat, produktif dan ramah lingkungan dengan POC CIREMAI I 200 watt


Pertanian organik - POC Ciremai

Dewasa ini kondisi global ditandai dengan seringnya terjadi krisis pangan,krisis energi dan krisis kekeringan yang kerap melanda dunia. Dua krisis pertama menunjukkan kesalahan manusia mengelola alam, atau dua krisis pertama diakibatkan krisis lingkungan hidup.

Krisis pertanian dan pangan, tidak bisa dilepaskan dari imbas adanya usaha peningkatan produksi pertanian /pangan dalam waktu cepat yang dilakukan pemerintah pada awal tahun 1970 an yang dikenal dengan Green Revolution (revolusi hijau).Akibatnya memang luar biasa, yang ditandai dengan produksi pangan dunia(termasuk indonesia) meningkat  tajam karena dalam satu tahun bisa 2 kali panen yang sebelumnya hanya 1 kali panen, sehingga sementara waktu bisa mengatasi kelaparan dan kekurangan pangan hampir sebagian besar belahan dunia saat itu.

Tertapi ternyata Green revolution harus di bayar mahal oleh lingkungan hidup dan bumi kita.Keseimbangan ekosistem dunia rusak parah dengan adanya pemakaian pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan . Serangan hama dalam bentuk ledakan populasi organisme pengganggu lebih sering terjadi dan menimbulkan gagal panen . Varietas padi dan tanaman pertanian lainnya  yang muncul saat ini tidak tahan (rentan) terhadap organisme pengganggu dan kekeringan . Green revolution juga mengharuskan adanya sistem irigasi tanah yang baik ,sehingga pembentukan tanah menjadi mahal dan boros air. Dengan demikian Green Revolution tidak bisa sepenuhnya mampu mengatasi persoalan pangan dan pertanian dunia karena kegagalan panen masih sering terjadi dan kekurangan pangan dunia masih terus berlangsung.

Yang paling memprihatinkan dampak jangka panjang dari Green Revolution itu mulai dirasakan sekarang.

Pertama adalah rusaknya lahan sawah denga ciri-ciri kandungan bahan organik yang rendah,pH tanah yang rendah dan terkurasnya hara tanah baik mikro maupun makro.

Kedua miskinnya jumlah dan jenis mikro organisme dalam tanah yang sangat membantu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang mendukung pertumbuahan tanaman secara optimal.

Ketiga varietas padi dan tanaman pertanian yang muncul sekarang merupakan jenis tidak tahan terhadap organism pengganggu ,kekeringan dan rakus unsur hara

Dengan fakta tersebut di atas sudah selayaknya merubah visi pertanian menjadi pertanian yang sehat ,produktif dan ramah lingkungan. Hal ini sudah menjadi  gerakan internasional yang di prakarsai oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) melalui federasi yang di beri nama IFOAM (Internasional Federation of Organic Agricultural Movement/Federasi internasional untuk gerakan pertanian organik) bermarkas di Berlin-Jerman .

Indonesia juga tidak tinggal diam dalam beberapa tahun terakhir ini. Penerapan konsep pertanian organik mulai dilaksanakan dan sepenuhnya didukung oleh oemerintah. Penggunaan pupuk organik/pupuk kandang semakin sering ditekankan,pembatasan penggunaan pupuk kimia dan subsidinya mulai dikurangi. Dengan munculnya kesadaran baru dan berubahnya visi pertanian di Indonesia,maka CV. Anugerah Karya Makmur memproduksi PUPUK ION ORGANIK CAIR CIREMAI i 200 watt, serta ikut mendukung visi pertanian sehat,produktif dan ramah lingkungan. Bagi dunia pertanian, produk PUPUK ION ORGANIK CAIR CIREMAI i 200 watt ini bisa dianggap sebagai revolusi dibidang pupuk organik cair. Mengapa demikian, karena:

    • CIREMAI adalah pupuk ion organik cair yang dibuat dari bahan organik yang  mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro yang diperlukan tanaman. Unsur hara makro yaitu N P K dibutuhkan dalam jumlah banyak. Sedangkan unsur hara mikro yaitu Fe,Cu,B,Mo,Mn,Zn,Co dll dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit, namun mempunyai peran yang sangat besar untuk pertumbuhan tanaman.

Nitrogen (N) tanaman yang mengandung cukup N akan menunjukan warna daun hijau tua yang artinya kadar klorofil dalam daun tinggi. Sebaliknya apabila tanaman kekurangan N maka daun akan menguning (klorosis ) karena kekurangan klorofil. Pertumbuhan tanaman lambat, lemah dan tanaman menjadi kerdil disebabkan kekurangan N,namun apabila N berlebihan  akan menunjukan daun warna hijau gelap akibatnya tanaman peka terhadap hama penyakit dan mudah roboh.Kekurangan dan kelebihan unsur N mempunyai efek yang kurang baik bagi tanaman.

Fosfor (P) di dalam tanaman mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer dan penyimpanan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses–proses di dalam tanaman lainnya. P meningkatkan kwalitas buah, sayuran, biji-bijian dan sangat penting dalam pembentukan biji. P membantu mempercepat perkembangan akar dan perkecambahan, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil panen. Kekurangan P tanaman menjadi kerdil, bentuk daun tidak normal,,penundaan pemasakan dan pengisian biji berkurang.

Kalium (K) Kalium sangat  vital dalam proeses fotosintesis. Apabila kekurangan K maka proses fotosintesis akan turun, akan tetapi respirasi tanaman akan meningkat. Kejadian ini akan menyebabkan banyak karbohidrat yang ada dalam jaringan tanaman tersebut digunakan untuk mendapatkan energi untuk aktivitas-aktivitasnya, sehingga pembentukan bagian–bagian tanaman akan berkurang yang akhirnya pembentukan dan produksi tanaman juga akan berkurang. Fungsi K dalam pertumbuhuhan tanaman  berpengaruh pada efisiensi penggunaan air. Proses membuka dan menutupnya pori-pori daun tanaman/stomata, dikendalikan oleh konsentrasi  K dalam sel yang terdapat di sekitar  stomata. Kekurangan kadar K menyebabkan stomata membuka sebagian dan menjadi lebih lambat dalam penutupan. Gejala kekurangan unsur K ditunjukan dengan terbentuknya bercak daun yang dimulai dari ujung daun atau pinggir yang berwarna coklat seperti tanaman sudah tua.

Tanaman memerlukan unsur hara dalam bentuk anorganik, bukan organik . PIOC CIREMAI I 200 WATT mengandung mikroba, dimana mikroba ini akan membentuk mikro koloni dalam stuktur tanah, dengan tempat pertumbuhan yang sesuai dengan sifat mikroba dan lingkungan yang diperlukan. Setiap mikroba mempunyai kemampuan untuk merubah satu senyawa menjadi senyawa lain untuk mendapatkan energi dan nutrisi. Dengan demikian, adanya mikroba pada PIOC CIREMAI I 200 WATT menyebabkan  terjadinya daur unsur-unsur  seperti karbon, nitrogen, fosfor dan unsur lain di alam, berarti penggunaan PIOC Ciremai I 200 watt mampu menekan penggunaan unsur hara yang diperlukan tanaman. Mikroba menguntungkan (positip) akan menghambat pertumbuhan bakteri lain yang bersifat patogenik dengan menghasilkan antibiotic. PIOC CIREMAI I 200 WATT mengandung unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman diantaranya Fe ,Cu ,B ,Mo ,Mn , Zn Co dll. PIOC CIREMAI I200 WATT juga mengandung mikroba yang mampu mengubah unsur  hara organik menjadi  anorganik yang siap diserap oleh akar tanaman untuk pertumbuhannya.

    • CIREMAI. Mengandung zat perangsang tumbuh (ZPT), yang dapat mempercepat pertumbuhan akar,batang, daun dan buah.PIOC CIREMAI I 200 WATT mengandung Auxin, Cytokinin dan Gibberelin. ZPT adalah hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan (Growth and Development ) suatu tanaman. Di alam  tidak satu unsur pun yang berdiri sendiri, akan tetapi saling berinteraksi antara satu dengan lainnya, sehingga merupakan suatu system. Begitu pula dengan zat pengatur tumbuh. Pada tanaman, zat pengatur tumbuh auxin, gibberelin dan cytokinin bekerja tidak sendiri-sendiri. Ketiga hormon  tersebut bekerja secara berinteraksi, dimana interaksinya dapat dilihat dari pertumbuhan tanaman. Zat pengatur tumbuh dapat meningkatkan aktivitas fisiologi tanaman, sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan energi matahari dan hara tanaman. Pemberian zat pengatur tumbuh pada tanaman pertanian bertujuan untuk memperbaiki sistim perakaran, mempercepat pembungaan, membantu terbentuknya bakal buah dan sebagainya.
    • CIREMAI mampu memperbaiki struktur tanah, karena mengandung OST (Organik soil treatment) dan papaine (zat yang terkandung dalam buah papaya), sehingga tanah menjadi remah dan subur. Kandungan bakteri positif juga mampu mempercepat perombakan organik menjadi nutrisi yang siap diserap oleh tanaman. Proses perubahan dari C-organik menjadi anorganik pada dasarnya adalah upaya mikroba dan jasad lain untuk memperoleh energi. Penguraian bahan organik dalam tanah ditemukan beberapa tahapan proses. Hewan–hewan tanah termasuk cacing tanah memegang peranan penting pada penghancuran bahan organik, perubahan selanjutnya dikerjakan oleh mikroba,dengan demikian tanah yang lengket dan keras akan berubah menjadi tanah yang remah,halus, gembur dan penuh humus yang disukai oleh tanaman.

Tanah adalah sebuah komponen dari keseluruhan ekosistem dan tidak dapat dilepaskan dari kesehatan ekosistem tersebut. Di bidang pertanian, tanah yang sehat memiliki kondisi fisik, kimia dan biologis optimal untuk produksi tanaman, dan memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan tanaman serta kualitas ekosistem. Dalam sejumlah kondisi, tanah yang sehat mungkin saja tidak berfungsi sebagai komponen ekosistem yang sehat karena adanya penambahan komponen tanah yang tidak sehat dari luar tanah itu sendiri misalnya penambahan bahan kimia yang berlebihan atau pembuangan limbah toksik.
Tanah sehat dan subur merupakan system hidup dinamis yang dihuni oleh berbagai organisme (mikro flora, mikro fauna, serta meso dan makro fauna). Organisme tersebut saling berinteraksi membentuk suatu rantai makanan sebagai manifestasi aliran energi dalam suatu ekosistem untuk membentuk tropik rantai makanan. Dalam ekosistem tanah, tropik rantai makanan dimulai dari tropik level pertama, yaitu kelompok organisme (tanaman dan bakteri) produsen yang mampu memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energinya. Selanjutnya diikuti oleh tropik kedua hingga ke tingkat tropik yang tertinggi. Hal ini berarti, bahwa kehadiran suatu organisme akan mempengaruhi keberadaan organisme lain secara langsung maupun tidak langsung. Kesehatan tanah dapat dievaluasi secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan indikator seperti kemampuan tanah sebagai media tumbuh tanaman maupun mikroba.

    • CIREMAI adalah pupuk ion organik cair yang diramu dari biji-bijian dan umbi-umbian yang merupakan bahan baku pembuatan pestisida organik.  Diantaranya jahe ,laos, bawang putih, dll. Bahan–bahan tersebut mempunyai rasa dan aroma yang tidak disukai oleh hama dan penyakit. Jadi penyemprotan PIOC Ciremai I 200 watt pada daun dan batang tanaman mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap organisme  penganggu sekaligus sebagai antibiotik  yang bersifat repelen (zat yang tidak disukai organisme pengganggu).

.Dengan keunggulan tersebut, produk   PUPUK ION ORGANIK CAIR CIREMAI I 200 watt menjadi pilihan utama bagi petani yang hendak merubah visi pertaniannya menjadi pertanian yang sehat, produktif dan ramah lingkungan atau pertanian masa depan yang lebih makmur dan sejahtera.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: